Sunday, 28 February 2016
Sunday, 21 June 2015
Cerita Ramadhan Kita
Bandung, 4 Ramadhan 1436 H
Malam minggu ini kita habiskan dengan sholat isya, tarawih dan witir berjamaah.
Menurutmu adakah yang lebih indah dibanding malam minggu malam minggu kita yang lainnya?
Yang kita habiskan di bioskop, kafe-kafe, atau warung kue balok pinggir jalan.
Kita berada di sini sekarang. Di masjid kecil ini. Tidak hanya aku dan kamu. Keluarga kita juga.
Mamah-bapakmu dan mamah-bapakku. Sungguh suasana yang manis tak terelakkan.
Aku tak jarang tersenyum di sela-sela dua rakaat tarawih ketika mendapatimu sholat berdampingan dengan bapakku. Mertua dan calon menantunya, imajiku sesumbar. Ah!
Malam minggu ini kita habiskan dengan sholat isya, tarawih dan witir berjamaah.
Menurutmu adakah yang lebih indah dibanding malam minggu malam minggu kita yang lainnya?
Yang kita habiskan di bioskop, kafe-kafe, atau warung kue balok pinggir jalan.
Kita berada di sini sekarang. Di masjid kecil ini. Tidak hanya aku dan kamu. Keluarga kita juga.
Mamah-bapakmu dan mamah-bapakku. Sungguh suasana yang manis tak terelakkan.
Aku tak jarang tersenyum di sela-sela dua rakaat tarawih ketika mendapatimu sholat berdampingan dengan bapakku. Mertua dan calon menantunya, imajiku sesumbar. Ah!
Anak perempuan mana yang tak bahagia, melihat kedua lelaki tersayangnya berdampingan menempuh samudera pahala di bulan penuh makna.
Ada satu momen lagi yang tak kalah pentingnya. Ya, untuk kita berdua.
Kamu.. tentu tak lupa, kan?
Di bulan Ramadhan seperti ini, lebih dari dua puluh tahun yang lalu kita sama-sama
terlahir ke duniya. Sejak saat mengetahui hal itu, aku mulai menyukai kalender Hijriyah,
yang perhitungan waktunya memakai acuan bulan. Karena dengan begitu, kita memiliki
sebuah tautan waktu yang sama. Waktu saat kita dilahirkan.
“Bayangkan, betapa manisnya kalender Hijriah. Pada bulan yang sama, Ramadhan contohnya, kita merasakan Ramadhan dalam musim yang berganti-ganti. Kadang Ramadhan di musim panas, kadang di musim dingin, kadang di musim semi, dan kadang di musim gugur. Betapa bulan Ramadhan itu menjadi penuh kesan karenanya. Hal ini tidak akan terjadi di kalender Masehi.”
- Kurniawan Gunadi (Bumi dan Bulan dalam Hujan Matahari)
Aku tak ingin mengingat bulan lahir kita yang berbeda di kalender Masehi.
Cukuplah ingat, bahwa kita memiliki tautan waktu istimewa di kalender Hjiriyah.
“Seperti itulah perasaanku padamu... Pada satu orang yang sama, perasaanku seperti musim, dan semua musim menimbulkan kesan.”
Apa mungkin bisa hati kita pun bertaut satu sama lain?
Jangan tersipu! Sepakati saja kalau mau. Hehehe
Izinkan kusatukan doa untuk bahagiaku, bahagiamu, dan bahagia kita berdua :)
Bulan Ramadhan tahun-tahun selanjutnya bila masih ada usia, maukah sholat berjamaah
berdua saja bersamaku dengan kamu sebagai imamnya di rumah sederhana kita?
Akan kutunggu.. in shaa Allah..
Ada satu momen lagi yang tak kalah pentingnya. Ya, untuk kita berdua.
Kamu.. tentu tak lupa, kan?
Di bulan Ramadhan seperti ini, lebih dari dua puluh tahun yang lalu kita sama-sama
terlahir ke duniya. Sejak saat mengetahui hal itu, aku mulai menyukai kalender Hijriyah,
yang perhitungan waktunya memakai acuan bulan. Karena dengan begitu, kita memiliki
sebuah tautan waktu yang sama. Waktu saat kita dilahirkan.
“Bayangkan, betapa manisnya kalender Hijriah. Pada bulan yang sama, Ramadhan contohnya, kita merasakan Ramadhan dalam musim yang berganti-ganti. Kadang Ramadhan di musim panas, kadang di musim dingin, kadang di musim semi, dan kadang di musim gugur. Betapa bulan Ramadhan itu menjadi penuh kesan karenanya. Hal ini tidak akan terjadi di kalender Masehi.”
- Kurniawan Gunadi (Bumi dan Bulan dalam Hujan Matahari)
Aku tak ingin mengingat bulan lahir kita yang berbeda di kalender Masehi.
Cukuplah ingat, bahwa kita memiliki tautan waktu istimewa di kalender Hjiriyah.
“Seperti itulah perasaanku padamu... Pada satu orang yang sama, perasaanku seperti musim, dan semua musim menimbulkan kesan.”
Apa mungkin bisa hati kita pun bertaut satu sama lain?
Jangan tersipu! Sepakati saja kalau mau. Hehehe
Selamat milad kita berdua! Barakallah untuk usianya, ya.
Semoga dimudahkan jalan menuju cita-citanya, Āmīn :)
Jangan lupa untuk saling memantaskan diri masing-masing.Izinkan kusatukan doa untuk bahagiaku, bahagiamu, dan bahagia kita berdua :)
Bulan Ramadhan tahun-tahun selanjutnya bila masih ada usia, maukah sholat berjamaah
berdua saja bersamaku dengan kamu sebagai imamnya di rumah sederhana kita?
Akan kutunggu.. in shaa Allah..
Monday, 8 June 2015
Fun Tubing at Gunung Kidul Jogja
CAVE TUBING "GOA PINDUL"
(tour the cave via tubing)
I was curious of what tubing was like, and it feels such an enjoyable and relaxing.
I was a bit worried at first, passing through inside the cave.
The cave was definitely thrilling as well and it was very new to me.
It was bright at the beginning, then slowly the light dissapears until pitch black
and then after awhile there was light again.
And it turns out to be funtastic adventures!
RIVER TUBING "KALI OYO"
(tour the river via tubing)
(tour the river via tubing)
Refreshing water of the river.
Flowing with the river's soft and calm currents.
Seeing all the natural beauty and panorama alongside the river is just heaven to see.
I enjoyed the green, tropical forest, the sunshine which is just right to warm yourselves
while the water of the river cools you down, a great combo!
The fun that I experienced was priceless and unforgettable.
And I will cherish it for the rest of my life.
Sunday, 7 June 2015
Indrayanti Beach, Gunung Kidul Jogja
Friday, 1 May 2015
Sakura Season
こんばんは みんな!
おげんき ですか?
おげんき ですか?
Ngobrolin soal sakura kemarin, itu dia oleh-oleh foto saya
memakai yukata (lagi) pada sebuah event hari sabtu lalu, yaitu Japanese Season Festival 2015 yang
diselenggarakan oleh teman-teman HIMA dari jurusan Bahasa Jepang. Ini adalah
kali kedua saya mengikuti matsuri di kampus setelah pertama kalinya pada tahun
lalu.
Berbeda dengan tahun lalu, di mana saya sangat banyak berfoto
kesana kemari dengan para cosplayers. Kali ini, jangankan berfoto dengan cosplayer
yang hukumnya ‘sunnah’. Untuk bisa mengambil foto pakai yukata yang ‘wajib’ ini
pun udah perjuangan banget! Hehehe
*mulai layangan*
*mulai layangan*
Yaa setidaknya, saya gak mau melewatkan kesempatan untuk
bisa berfoto mengenakan pakaian tradisional Jepang ini. Sesering mungkin yang
saya bisa jika ada kesempatan, why not, kan?
Tapi gimanaaa, masalahnya saya datang sendirian saat itu. Terus
sama siapa, dong saya minta tolong buat mengabadikan momen ini? *celingak
celinguk*
Dan akhirnya, setelah ‘merengek’ pada beberapa teman untuk ikutan datang, satu di antaranya ada yang bersedia. Uuh baik hatinya teman
yang satu ini! どうも ありがとう.. hehehe *perezzz*
Lalu setelah usai antre – bayar – pakai dan berfoto
mengenakan yukata dengan latar lukisan pohon sakura, kami pun membeli sedikit
merchandise ‘jejepangan’ yang tersedia di salah satu stand bazaar favorit teman
saya itu.
Hmm, omong-omong kenapa sih saya maksa banget suka ingin
foto pake yukata sering-sering?
Karena... *mikir*
Semakin sering saya pake yukata/ kimono, semoga (siapa tau) aja
bisa mancing adanya kesempatan buat saya bisa pergi ke Jepang, hehehe *positive sinting thinking*
I've always been dreaming of Japan!
Udah, ah, minna! Untuk bisa bermimpi, kita butuh tidur. Yuk,
turn off the light!
おやすみなさい, zzz ~
Thursday, 11 September 2014
11:40 pm
Suara jangkrik-jangkrik terdengar sangat samar. Mengapa jadi sepi?
Kulihat kamu tengah duduk tertidur di atas meja; tepat di depan
sebelah kiriku dengan kedua tanganmu yang terlipat sebagai bantalnya.
Ah, kamu ini sungguh mengganggu saja. Tak tahukah kalau aku sedang
menyelesaikan laporan observasiku yang sudah terlantar dari sepekan
lalu? Bagaimana mungkin aku bisa berkonsenterasi merangkai kata-kata ilmiah
itu jika kamu malah beradegan yang demikian di sebagian lapang pandangku
yang kemudian menyita seluruh pikiran dan hatiku?!
Kusingkirkan laptop ke sebelah kanan, mecoba memperhatikanmu yang tengah terlelap kemudian.
Ah, baru saja kemarin malam kamu berceloteh masuk angin karena pergi
bermotor tanpa mengenakan jaket. Lalu sekarang apa? Belum keluar semua
angin dalam tubuhmu, kamu lantas bersikukuh ingin menemaniku
menyelesaikan tugas ini?
Kamu salah, anak manja! Apa yang bisa kamu bantu untuk meringankan
tugas ini?
Hanya dengan mendahuluiku tidur seperti itu? Yang benar saja!
Lagi-lagi kamu malah memerintahku, walau secara tak langsung.
Baiklah... akan kubawakan selimutmu!
Thursday, 13 February 2014
Gravitasi
Apa yang paling kutakutkan saat ini,
adalah jika sang gravitasi semakin besar masanya.
Apa yang mungkin kutakutkan selanjutnya,
adalah jika aku akan lebih sering jatuh dari sebelumnya.
adalah jika sang gravitasi semakin besar masanya.
Apa yang mungkin kutakutkan selanjutnya,
adalah jika aku akan lebih sering jatuh dari sebelumnya.
Tags:
rhyme
Location:
Bandung, West Java, Indonesia
Wednesday, 12 February 2014
Undone ~
Aku menerka dengan persepsiku.
Aku terenyuh, dalam hatiku.
Aku simpati.
Aku yang melihat, dengan anggapan awalku.
Aku ambil keputusan.
Aku melakukan. Aku ikhlas.
Tapi dia tak seanggapan.
Dia tak setujuan.
Dia menyakiti, tanpa menyadari.
Aku kesal. Sakit.
Aku mencoba, menjaga jarak.
Apakah bisa?
Aku luruskan.
Berjanji untuk tidak lagi.
Dia menyapa.
Dia bertanya.
Aku tak tahu.
Andai dia mengerti.
Aku terenyuh, dalam hatiku.
Aku simpati.
Aku yang melihat, dengan anggapan awalku.
Aku ambil keputusan.
Aku melakukan. Aku ikhlas.
Tapi dia tak seanggapan.
Dia tak setujuan.
Dia menyakiti, tanpa menyadari.
Aku kesal. Sakit.
Aku mencoba, menjaga jarak.
Apakah bisa?
Aku luruskan.
Berjanji untuk tidak lagi.
Dia menyapa.
Dia bertanya.
Aku tak tahu.
Andai dia mengerti.
Tags:
rhyme
Location:
Bandung, West Java, Indonesia
Monday, 20 January 2014
Kora Kora Kill Us
Mantep gilaaak naik kora kora di pasar malam deket kosan bareng
temen-temen x,x
Mungkin this is the first and the last, hahaha jantung serasa mau copooott!
Kayaknya kalo ada orang nanya ini:
What's the bravest thing you've ever done?
Saya bakal jawab gini:
When i ride kora kora. Cause it's totally like 'forget about safety'
LOL!
"Life is like a kora-kora.
It has its ups and downs.
But it's your choice to scream or enjoy the ride."
Tags:
diary
Location:
Bandung, West Java, Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)

























