Suara jangkrik-jangkrik terdengar sangat samar. Mengapa jadi sepi?
Kulihat kamu tengah duduk tertidur di atas meja; tepat di depan
sebelah kiriku dengan kedua tanganmu yang terlipat sebagai bantalnya.
Ah, kamu ini sungguh mengganggu saja. Tak tahukah kalau aku sedang
menyelesaikan laporan observasiku yang sudah terlantar dari sepekan
lalu? Bagaimana mungkin aku bisa berkonsenterasi merangkai kata-kata ilmiah
itu jika kamu malah beradegan yang demikian di sebagian lapang pandangku
yang kemudian menyita seluruh pikiran dan hatiku?!
Kusingkirkan laptop ke sebelah kanan, mecoba memperhatikanmu yang tengah terlelap kemudian.
Ah, baru saja kemarin malam kamu berceloteh masuk angin karena pergi
bermotor tanpa mengenakan jaket. Lalu sekarang apa? Belum keluar semua
angin dalam tubuhmu, kamu lantas bersikukuh ingin menemaniku
menyelesaikan tugas ini?
Kamu salah, anak manja! Apa yang bisa kamu bantu untuk meringankan
tugas ini?
Hanya dengan mendahuluiku tidur seperti itu? Yang benar saja!
Lagi-lagi kamu malah memerintahku, walau secara tak langsung.
Baiklah... akan kubawakan selimutmu!