Di antara milyaran
pertanyaan yang ingin kuajukan,
Mengapa harus
pertanyaan konyol itu yang terlontar?
Di antara niatan
ingin menyapamu,
Mengapa semakin rapat
bibir ini tertutup?
Di antara
kerinduan-kerinduanku di sepanjang malam,
Mengapa harus
terburu-buru kala pagi kita bertemu?
Dan di antara seribu
bentuk perhatian yang ingin kutunjukkan,
Mengapa serupa acuh
yang terwujud?