Sunday, 19 February 2012

Gerimis

Ketika diriku menangis,
tak lama turun gerimis
Seperti percik air mata bidadari,
yang turut merasakan lara hati..

Rinai titik air gerimis,
terpelanting dari ujung genting,
terbanting di rerumputan,
tergenang di sepanjang jalan..

Sejenak hatiku tenang,
senja pun menjelang
Begitu lekas gerimis terusir,
tinggalkan selapis pelangi indah..

No comments:

Post a Comment